Satu Anak Meninggal Tiap 30 Detik Karena Pneumonia

Hingga saat ini, pneumonia masih menjadi ancaman menakutkan bagi balita karena merupakan penyebab kematian tertinggi. Berdasarkan pada UNICEF, terdaapt 5,9 juta anak yang berada dibawah usia lima tahun yang meninggal dunia pada tahun 2015.

Dari jumlah tersebut, 15 persen atau sekitar 920.136 anak meninggal disebabkan oleh penumonai togel dengan kata lain terdaapt lebih dari 2.500 balita per hari yang terinfeksi pneumonia. “Data telah menunjukan bawah setiap 30 detik, seorang anak berusia kurang dari lima tahun meninggal karena pneumonia,” kata dokter spesialis respirasi anak, Prof. dr. Cissy Kartasasmita, SpA (K).

Cissy mengatakan bahwa pneumonia adlaah penyakit infeksi utama pada balita yang menyerang organ paru-paru. Penyakit ini pada umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri streptococccus pneumoniae. Kasus pneumonia merupakan masalah bagi negara maju dan juga negara berkembang termasuk diantaranya adalah Indonesia.

Sementara itu, Kasubdit ISPA Kementerian Kesehatan, dr Christina Widaningrum, Mkes mengatakan bahwa saat ini Indonesia berada di posisi ke-10 dari negara yang memiliki angka kematian balita karena pneumonia terbanyak.

Berdasarkan laporan rutin puskesmas tahun 2015, telah ditemukan 554.650 kasus pneumonia. Untuk tahun 2016 ini saja, telah terdapat sebanyak 289.246 kasus pneumonia di Indonesia. Laporan RIset Kesehatan Dasar tahun 2013 mencatat bahwa terdapat 5 provinsi di Indonesia yang memiliki kasus pneumonia tertinggi pada balita yaitu NTT (38,5 persen) Aceh (35,6 persen), Bangka Belitung (34,8 persen), Sulawesi Barat (34,8 persen) dan yang terakhir adalah Kalimantan Tengah (32,7 persen).

Christina juga menjelaskan bahwa deteksi dini dan melakukan pencegahan adalah hal terpenting untuk menurunkan togel Singapura mengurangi kasus pneumonia. Tahun ini, Hari Pneumonia yang jatuh pada 12 November pun mengangkat tema Gerakan Hitung Napas Balita Batuk. “Hitung napas ini merupakan salah satu cara deteksi dini. Setiap anak akan mulai batuk dan coba anda hitung napasnya. Perhatikan, anak sesak atau tidak,” kata Christina.